Minggu, 13 September 2015

Dua Skema Yang Dipakai Kemdikbud Untuk Mengukur Kompetensi Guru

http://aufapedia.blogspot.com/
Ilustrasi
Mulai tahun ini ada dua skema yang akn dilakukan Kemdikbud untuk mengukur profesionalisme guru, yaitu secara akademis dan non akademis. Pengukuran akademis dilakukan dengan rutin menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru ( UKG ) setiap tahun, dan pengukuran non-akademis dengan melakukan penilaian terhadap kinerja guru.

Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Supranata mengatakan, mulai tahun ini semua guru baik yang ada dibawah kemdikbud maupun Kemenag akan menjalani UKG. Seblumnya UKG hanya dilakukan oleh guru yang sudah mendapat sertifikasi. "Dibawah Ditjen GTK kita akan melakukan tes UKG ke seluruh guru termasuk 318ribu guru yang ada dibawah naungan Kemenag. Jadi ada kurang lebih 3,8 juta guru yang akan diuji mulai tahun ini untuk mengetahui potret kompetensinya." menurut Pranata dikantor Kemdikbud.

Pranata mengatakan, UKG harus dilakukan secara rutin karena ada target yang harus dicapai. di 2019 mendatang kata dia. rata-rata nilai UKG harus mencapai angka delapan. Target tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengenai guru yang terdiri atas tiga poin, pertama akuntabilitas GTK, Kedua meningkatkan kualitas LPTK, dan ketiga meningkatkan dan penempatan guru.

Sedangkan untuk pengukuran non-akademis yang dilakukan dengan cara menilai kinerja guru, Pranata menjelaskan, pihaknya sedang melakukan riviu terhadap mekanisme penilaian tersebut. Yang diukur dalam penilaian kinerja guru adalah keterampilan, kehadiran dan motivasi. Penilaian kinerja guru selama ini dilakukan oleh atasan langsung guru yaitu kepala sekolah atau pengawas. Penilaian model tersebut, kata Pranata bersifat subjektif. Untuk itu perlu pihak luar yang juga ikut menilai.

"Sekarang ini disinyalir kompetensinya memble tapi kinerjanya bagus. Kinerjanya baik atau baik sekali, itu kan subjektif. Oleh karena itu kita akan riviu. Supaya ada pihak lain yang eksternal yang menilai," tuturnya.

Pranata mengatakan, dalam mekanisme yang sedang disiapkan ini, pihak luar yang bisa ikut menilai diantaranya komite sekolah, masyarakat, bisa juga siswa yang menilai guru secara objektif. Harapannya, penilaian terhadap kinerja guru ini akan mendapatkan potret yang lebih baik.

Pranata menerangkan, guru profesional artinya guru mengampu bidang yang sesuai dengan kompetensinya. Sosok guru yang profesional tersebut, tuturnya, memiliki kemampuan pedagogik, sosial, dan keperibadian bangsa. kepribadian bangsa yang dimaksud adalah pribadi yang sesuai dengan visi misi kebangsaan.

Ke depan, kata dia, profesionalisme guru harus menjadi demand atau keinginan, bagai regulator, pemerintah pusat akan menyiapkan berbagai bentuk pelatihan dan peningkatan kompetensi guru yang bisa dilakukan secara mandiri maupun kelompok. Pembiayaannya bisa dari negara, pemerintah daerah atau oleh CSR perusahaan.

Sumber www.kemdikbud.go.id

Dua Skema Yang Dipakai Kemdikbud Untuk Mengukur Kompetensi Guru Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar